BAKPIA DAN CARA PEMBUATANNYA

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit jika dimakan ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Isi bakpia bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen di antaranya cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta.

Istilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian (Hanzi: 肉餅), yang secara harfiah berarti roti berisikan daging, yaitu kata “Bak” yang berarti daging (umumnya daging babi) dan “Pia” yang berarti kue. Karena masyarakat Jogja mayoritas beragama Islam, maka barulah isi bakpia yang semula daging babi diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam.

Di desa Pathok, dulunya penduduk tidak mengenal istilah “merek”, sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel “nomor rumah produsen”. Kemudian barulah muncul beberapa merek-merek pathok seperti Djava dan lain-lain.

Tentang sarana produksi, peralatan yang digunakan dalam pembuatan bakpia terutama dalam proses pengolahannya meliputi bak plastic, roller, meja, nampan. Pisau, timbangan, wajan, pengaduk, tungku, oven. Loyang , mesin pemecah biji, dandang, drum perendaman, mesin penggiling dan tumbu kecil.

Dalam pembuatan bakpia ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan yakni persiapan proses ( penyiapan bahan baku ), pembuatan adonan, pembuatan kumbu/isi, pencetakan, pemanggangan, pendinginan dan pengemasan.

Pendinginan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pengembunan saat produk dikemas yang dapat mengakibatkan penurunan daya simpan bakpia. Sebab, bila terjadi pengembunan dalam kemasan maka mengakibatkan tumbuhnya jamur.

“Pendinginan bakpia di perusahaan ini dilakukan dengan meletakkan hasil pengovenan di atas tampah dan diletakkan di atas rak pendinginan bertingkat yang terbuat dari kayu. Rak pendinginan tersebut dibuat dalam keadaan terbuka serta tidak dilengkapi dengan penutup,” lanjut Fitri. Tahap selanjutnya adalah pengemasan, distribusi dan pemasaran.

Pengawasan Mutu

Pengawasan mutu bahan baku dilakukan dengan cara penyimpanan pada kondisi yang sesuai untuk mempertahankan kualitas bahan baku.

Selain itu pihak perusahaan juga dapat memilih bahan baku yang baik untuk digunakan. Sedangkan untuk pengawasan mutu selama proses dilakukan pengontrolan setiap tahapan produksi terutama tentang keseragaman bentuk Bakpia.

“Pengawasan produk jadi dilakukan dengan cara sortasi terhadap bakpia yang tidak memenuhi syarat atau standart. Untuk sortasi ini biasanya dilakukan dengan melihat bakpia yang tidak gosong, kenampakan menarik dan tidak cacat atau pecah,” ujar Fitri, ramah.

Resep BakPia Kacang Hijau

BAHAN A

  • Tepung terigu 250gr
  • Minyak sayur 75ml
  • Air 150ml
  • Garam ½ sendok teh

BAHAN B

  • Terigu 250gr
  • Minyak sayur 150ml
  • Kuning telur 1butir kocok lepas

ISI

  • Minyak sayur 100ml
  • Kacang hijau kupas 500gr,kukus
  • Gula pasir 500gr
  • Vanili bubuk ½ sendok teh

CARA MEMBUAT

1.   Campur jadi satu tepung, garam, minyak dan air, lalu uleni hingga rata.    Sisihkan(adonan A)

2.   Campur jadi satu tepung dan minyak hingga rata. Sisihkan(adonan B)

3.   Gilas masing-masing adonan A dan B hingga tipis,untuk adonan B potong menjadi 2 bagian. Letakan sebagian adonan B diatas adonan A, lipat dan gilas hingga tipis. Letak sisa adonan B diatasnya lalu gilas kembali hingga tipis. Potong adonan seberat 50gr.

4.   ISI: Panaskan minyak ,masukan kacang hijau, gula dan vanili. Aduk-aduk hingga licin dan rata. Angkat dan dinginkan.

5.   Tipiskan tiap potongan adonan, isi dengan kacang hijau dan bulatkan hingga rapi. Letakan diatas loyang yang telah diolesi margarine dan semir dengan kuning telur permukaannya. Panggang dalam oven dengan suhu 180 oC selama 30 menit hingga kuning keemasan.

Untuk isi bisa diisi coklat,selai atau apa saja sesuai selera kita,hanya saja yang dijual diwarung-warung atau toko umumnya isi kacang hijau .Padahal diisi coklat juga enak rasanya.

SELAMAT MENCOBA J J J

Sumber : Http://m.epochtimes.co.idwww.kuebasah.com, www.wikipedia.com .

6 responses to this post.

  1. Posted by lita on 29 Mei 2011 at 7:55 pm

    mbak,kenapa saat membuat kulit pia, sering retak/keras? padahalsaya sudah mencoba sesuai resep? mohon bantuannya?makasih

    Balas

  2. Maaf mw naNya….kLo isi’y di ganti coKlat ( meses ) apa harus di tambahKan Minyak n gUla lagi?
    mksh sblm’y

    Balas

  3. Posted by Oey Liong Hoo on 6 Juni 2012 at 1:23 pm

    Bagus, mengulas bakpia dengan lebih benar. Selama ini banyak website/blog yang mengulas bakpia dengan kurang tepat, bak disebut artinya babi. Padahal bak artinya daging. Babi sendiri dalam bahasa Hokkian disebut ti atau tu, sehingga daging babi adalah ti bak atau tu bak. Daging hewan berkaki empat lain juga disebut bak seperti gu bak (daging sapi), yo bak (daging kambing). Saya sendiri sedang mencari resep asli bakpia (tentunya berisi daging) untuk berwirausaha. Kalau yang dijual di daerah Pathuk Yogyakarta, itu sudah keluar dari resep asli dan sama sekali tidak bisa disebut bakpia. Pia isi kacang hijau seharusnya disebut Le tau pia (le tau=kacang hijau), bukan bakpia… Kalau mau disebut bakpia, harus berisi daging, bisa daging sapi atau kambing (yang halal untuk umat Islam) dan babi (resep asli).

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: