carica in syrup

“CARICA / KARIKA Khas DIENG Wonosobo” Sirup yang terbuat dari buah carica ini selain unik rasanya juga segar untuk  pengusir gerah. Selain enak diminum dingin, tambahan puding dan cocktail membuat rasanya makin enak.

Buah yang bernama latin Carica Pubescens atau juga dikenal sebagai Mountain Papaya. Konon buah yang hanya dapat tumbuh di tempat asalnya dataran tinggi Dieng ini lebih akrab dikenal sebagai gandul Dieng. Bentuknya mirip sekali dengan pepaya kecil, karena carica termasuk dalam family pepaya. Namun ukurannya buahnya termasuk kecil hanya kira-kira sekepalan tangan orang dewasa.

Tidak seperti pepaya yang bisa dinikmati segar, carica jarang sekali dinikmati langsung. Biasanya selain dibuat sebagai manisan, buah ini diolah menjadi selai, sirup, dan jus. Carica yang sudah matang biasanya berwarna hijau kekuningan dengan aroma wangi yang khas.

Warna buahnya jika matang berwarna kuning keemasan dan kenyal. Setelah carica diolah menjadi sirup biasanya dijual dalam botol dan wadah kaca. Tidak hanya rasanya yang manis dan segar, carica juga memiliki kandungan vitamin C dan serat yang cukup tinggi. Tak heran kalau saat meneguk segarnya carica, para penikmat minuman khas Dieng ini juga memperoleh sejumlah manfaat kesehatan.
Hingga saat ini carica dieng menjadi salah satu makanan khas Kabupaten Wonosobo, yang banyak diminati wisatawan.

Gambar

Untuk informasi dan pemesanan hubungi :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAKPIA DAN CARA PEMBUATANNYA

Bakpia adalah makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau dengan gula yang dibungkus dengan tepung lalu dipanggang. Di beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit jika dimakan ini dikenal dengan nama pia atau kue pia. Isi bakpia bisa menyesuaikan dengan keinginan konsumen di antaranya cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam. Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathok (Pathuk), Yogyakarta.

Istilah bakpia sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian (Hanzi: 肉餅), yang secara harfiah berarti roti berisikan daging, yaitu kata “Bak” yang berarti daging (umumnya daging babi) dan “Pia” yang berarti kue. Karena masyarakat Jogja mayoritas beragama Islam, maka barulah isi bakpia yang semula daging babi diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan menjadi cokelat, keju, kumbu hijau, dan kumbu hitam.

Di desa Pathok, dulunya penduduk tidak mengenal istilah “merek”, sehingga bakpia yang dijual hingga saat ini berlabel “nomor rumah produsen”. Kemudian barulah muncul beberapa merek-merek pathok seperti Djava dan lain-lain.

Tentang sarana produksi, peralatan yang digunakan dalam pembuatan bakpia terutama dalam proses pengolahannya meliputi bak plastic, roller, meja, nampan. Pisau, timbangan, wajan, pengaduk, tungku, oven. Loyang , mesin pemecah biji, dandang, drum perendaman, mesin penggiling dan tumbu kecil.

Dalam pembuatan bakpia ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan yakni persiapan proses ( penyiapan bahan baku ), pembuatan adonan, pembuatan kumbu/isi, pencetakan, pemanggangan, pendinginan dan pengemasan.

Pendinginan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pengembunan saat produk dikemas yang dapat mengakibatkan penurunan daya simpan bakpia. Sebab, bila terjadi pengembunan dalam kemasan maka mengakibatkan tumbuhnya jamur.

“Pendinginan bakpia di perusahaan ini dilakukan dengan meletakkan hasil pengovenan di atas tampah dan diletakkan di atas rak pendinginan bertingkat yang terbuat dari kayu. Rak pendinginan tersebut dibuat dalam keadaan terbuka serta tidak dilengkapi dengan penutup,” lanjut Fitri. Tahap selanjutnya adalah pengemasan, distribusi dan pemasaran.

Pengawasan Mutu

Pengawasan mutu bahan baku dilakukan dengan cara penyimpanan pada kondisi yang sesuai untuk mempertahankan kualitas bahan baku.

Selain itu pihak perusahaan juga dapat memilih bahan baku yang baik untuk digunakan. Sedangkan untuk pengawasan mutu selama proses dilakukan pengontrolan setiap tahapan produksi terutama tentang keseragaman bentuk Bakpia.

“Pengawasan produk jadi dilakukan dengan cara sortasi terhadap bakpia yang tidak memenuhi syarat atau standart. Untuk sortasi ini biasanya dilakukan dengan melihat bakpia yang tidak gosong, kenampakan menarik dan tidak cacat atau pecah,” ujar Fitri, ramah.

Resep BakPia Kacang Hijau

BAHAN A

  • Tepung terigu 250gr
  • Minyak sayur 75ml
  • Air 150ml
  • Garam ½ sendok teh

BAHAN B

  • Terigu 250gr
  • Minyak sayur 150ml
  • Kuning telur 1butir kocok lepas

ISI

  • Minyak sayur 100ml
  • Kacang hijau kupas 500gr,kukus
  • Gula pasir 500gr
  • Vanili bubuk ½ sendok teh

CARA MEMBUAT

1.   Campur jadi satu tepung, garam, minyak dan air, lalu uleni hingga rata.    Sisihkan(adonan A)

2.   Campur jadi satu tepung dan minyak hingga rata. Sisihkan(adonan B)

3.   Gilas masing-masing adonan A dan B hingga tipis,untuk adonan B potong menjadi 2 bagian. Letakan sebagian adonan B diatas adonan A, lipat dan gilas hingga tipis. Letak sisa adonan B diatasnya lalu gilas kembali hingga tipis. Potong adonan seberat 50gr.

4.   ISI: Panaskan minyak ,masukan kacang hijau, gula dan vanili. Aduk-aduk hingga licin dan rata. Angkat dan dinginkan.

5.   Tipiskan tiap potongan adonan, isi dengan kacang hijau dan bulatkan hingga rapi. Letakan diatas loyang yang telah diolesi margarine dan semir dengan kuning telur permukaannya. Panggang dalam oven dengan suhu 180 oC selama 30 menit hingga kuning keemasan.

Untuk isi bisa diisi coklat,selai atau apa saja sesuai selera kita,hanya saja yang dijual diwarung-warung atau toko umumnya isi kacang hijau .Padahal diisi coklat juga enak rasanya.

SELAMAT MENCOBA J J J

Sumber : Http://m.epochtimes.co.idwww.kuebasah.com, www.wikipedia.com .

KOMODITAS TEMPAT PRAKTIK

KOMODITAS

Komoditas tempat praktik industri tentunya di bidang jasa pengujian dan penelitian tentang Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pangan dan Pertanian yang bertujuan meningkatkan mutu, gizi dan keamanan pangan. Sehingga segala bentuk pengujian yang berhubungan dengan mutu, gizi dan keamanan pangan dilakukan disini.

Digunakan SEAFAST Center ada 4 macam devisi yaitu

  1. Peningkatan gizi
  2. Keamanan pangan dan peningkatan kualitas
  3. Diversifikasi Makanan / Peningkatan Keamanan Pangan
  4. Peningkatan Daya Saing Produk Makanan

Adapun macam-macam laboratoriumnya adalah sebagai berikut :

SAYA SAJIKAN DALAM VERSI ENGLISH BIAR BISA BELAJAR JUGA, BAGI YANG SUSAH UNTUK MENERJEMAHKANNYA MAKA BUKA GOOGLE TERJEMAHAN SAJA HIHIHIHI

Laboratories

Food Sensory Evaluation Laboratory

The laboratory is designed to support research on sensory evaluation and its applications for food product development (concept, prototype and finished products development; including concept development for product launching and marketing), assessment of food quality, and shelf live evaluation of foods.

Animal Assay Laboratory

The laboratory is jointly managed by Department of Food Science and Technology, Faculty of Agricultural Technology, and SEAFAST Center, Bogor Agricultural University. The laboratory is designed for animal (mice and rats) stud.y for evaluation of biological properties and values of food stuffs and its nutrient as well as on-nutrient compounds (such as bioactive compounds). Biological evaluation of functional foods may be done in this laboratory

Bacterial Fermentation Laboratory

The laboratory is dedicated to support research in lactic, acetic and other bacterial fermentation for food development. Projects on developing milk, fruit juice, soy-based probiotic food have been conducted using indigenous lactic acid bacteria isolated from traditional food and human. Project on going is assessment of functional properties of indigenous lactic acid bacteria.

Food Biotechnoogy Laboratory

Completed with modern equipment; such as equipment for PCR analysis and DNA sequencing; the laboratory is being used to conduct research on detection of genetically modified food, identification of important food proteins, as well as on genetic identification of selected pathogen.

Food Quality and Safety Laboratory:Chemistry

Equipped with modern instruments in including a chromatography facility, the laboratory is dedicated for research in food chemistry to improve food quality, safety and nutrition. Several on-going projects conducted in the laboratory include assessment of chemical contaminant in agricultural products, characterization of functional properties of food compound as the ingredient for functional food.

Food Quality and Safety Laboratory: Microbiology

The laboratory is designed to support research and development in the area of microbiology to improve food quality, safety, and nutrition. The laboratory is completed with a deep freezer to keep culture collection isolated from local sources and workstation for project on foodborne pathogens. Several on going researchs are improvement of quality and safety of food through the use of indigenous preservatives, determinaton of prevalence of baterial foodborne pathogens, application of microbial risk assessment approach to improve food safety, etc.

Sedangkan pada jasa penelitian nya adalah laboratorium mikrobiologi. kebetulan saya sedang prakerin pada laboratorium tersebut.asik deh banyak ilmu yang saya dapatkan

Nah yang ada di foto itu adalah Mbak Ari , beliau alumnus juga dari sekolah kita (SMK N 1 Temanggung) , sebenarnya harusnya panggil ibu Ari. tapi beliau tidak mau di panggil ibu maunya mbak ,biar kelihatan muda ujarnya.hehehehe  dia juga mantan penyiar radio FM,makanya panggilannya mbak Ari FM.hahahaha

seneng deh disini ketemunya orang jawa juga,,,,, dadose radi kepenak hehehe

PENANGANAN LIMBAH PERUSAHAAN

PENGOLAHAN LIMBAH

Karena SEAFAST Center jarang untuk memproduksi produk makanan atau minuman maka limbah yang ada hanya limbah rumah tangga biasa. Limbah tersebut di pisah antara yang organik (dapat diuraikan) dan yang anorganik (tidak dapat diuraikan) selanjutnya limbah akan di ambil oleh petugas dinas kebersihan kota yang selanjutnya diproses lebih lanjut. Sedangkan limbah hasil pengujian yaitu limbah pengujian mikrobiologi dan kimia memerlukan penanganan lebih.

Pada penanganan limbah hasil pengujian mikrobiologi biasanya bekas sampel atau zat-zat lain harus dibunuh terlebih dahulu sebelum dicuci. Dibunuh karena pada sampel mengandung bakteri yang berbahaya/merugikan. Proses pembunuhan dilakukan dengan menggunakan autoclave automatic sterilizer dengan suhu 121oC dalam waktu 15 menit.

Setelah pembunuhan kemudian dilakukan proses pembuangan. Untuk sampel cair langsung di buang ke saluran air sedangkan untuk sampel padat (agar) di buang ke plastik. Walaupun setelah disterilisasi bentuk agarnya menjadi cair namun tetap dikategorikan sebagai limbah padat. Karena yang namanya agar jika dalam keadaan panas akan berbentuk cair dan jika dalam keadaan suhu kamar/dingin akan memadat. Oleh karena itu dipisahkan ke dalam plastik agar tidak memadat disaluran air nantinya, karena dikhawatirkan bisa menyumbat saluran air. Agar yang ada  di plastik kemudian dibuang di tanah untuk dikubur, sehingga limbah tersebut  dapat diuraikan oleh mikroba tanah.

Pada limbah kimia zat yang tidak berbahaya dibuang langsung ke saluran air dan limbah/zat yang berbahaya digunakan simpan beberapa hari dan kemudian diberi Chlorine/iodine untuk menetralkannya.

ADAPUN CARA PENGENDALIAN MIKROORGANISME

Pengendalian mikroorganisme sangat esensial dan penting di dalam industri dan produksi pangan, obat-obatan, kosmetika dan lainnya. Alasan utama pengendalian organisme adalah :
1) Mencegah penyebaran penyakit dan infeksi.
2) Membasmi mikroorganisme pada inang yang terinfeksi
3) Mencegah pembusukan dan perusakan bahan oleh mikroorganisme.
Mikroorganisme dapat dikendalikan dengan beberapa cara, dapat dengan diminimalisir, dihambat dan dibunuh dengan sarana atau proses fisika atau bahan kimia.
Ada beberapa cara untuk mengendalikan jumlah populasi mikroorganisme, diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Cleaning (kebersihan) dan Sanitasi
Cleaning dan Sanitasi sangat penting di dalam mengurangi jumlah populasi mikroorganisme pada suatu ruang/tempat. Prinsip cleaning dan sanitasi adalah menciptakan lingkungan yang tidak dapat menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sekaligus membunuh sebagian besar populasi mikroba.

b) Desinfeksi
Adalah proses pengaplikasian bahan kimia (desinfektans) terhadap peralatan, lantai, dinding atau lainnya untuk membunuh sel vegetatif mikrobial. Desinfeksi diaplikasikan pada benda dan hanya berguna untuk membunuh sel vegetatif saja, tidak mampu membunuh spora.

c) Antiseptis
Merupakan aplikasi senyawa kimia yang bersifat antiseptis terhadap tubuh untuk melawan infeksi atau mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan cara menghancurkan atau menghambat aktivitas mikroba.

d) Sterilisasi
Proses menghancurkan semua jenis kehidupan sehingga menjadi steril. Sterilisasi seringkali dilakukan dengan pengaplikasian udara panas. Ada dua metode yang sering digunakan, yaitu :
 

  • Panas lembab dengan uap jenuh bertekanan. Sangat efektif untuk sterilisasi karena menyediakan suhu jauh di atas titik didih, proses cepat, daya tembus kuat dan kelembaban sangat tinggi sehingga mempermudah koagulasi protein sel-sel mikroba yang menyebabkan sel hancur. Suhu efektifnya adalah 121oC pada tekanan 5 kg/cm2 dengan waktu standar 15 menit. Alat yang digunakan : pressure cooker, autoklaf (autoclave) dan retort.
  • Panas kering, biasanya digunakan untuk mensterilisasi alat-alat laboratorium. Suhu efektifnya adalah 160oC selama 2 jam. Alat yang digunakan pada umumnya adalah oven.

e) Pengendalian Mikroba dengan Suhu Panas lainnya

  • Pasteurisasi : Proses pembunuhan mikroba patogen dengan suhu terkendali berdasarkan waktu kematian termal bagi tipe patogen yang paling resisten untuk dibasmi. Dalam proses pasteurisasi yang terbunuh hanyalah bakteri patogen dan bakteri penyebab kebusukan namun tidak pada bakteri lainnya. Pasteurisasi biasanya dilakukan untuk susu, rum, anggur dan makanan asam lainnya. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit.
  • Tyndalisasi : Pemanasan yang dilakukan biasanya pada makanan dan minuman kaleng. Tyndalisasi dapat membunuh sel vegetatif sekaligus spora mikroba tanpa merusak zat-zat yang terkandung di dalam makanan dan minuman yang diproses. Suhu pemanasan adalah 65oC selama 30 menit dalam waktu tiga hari berturut-turut.
  • Boiling : Pemanasan dengan cara merebus bahan yang akan disterilkan pada suhu 100oC selama 10-15 menit. Boiling dapat membunuh sel vegetatif bakteri yang patogen maupun non patogen. Namun spora dan beberapa virus masih dapat hidup. Biasanya dilakukan pada alat-alat kedokteran gigi, alat suntik, pipet, dll.
  • Red heating : Pemanasan langsung di atas api bunsen burner (pembakar spiritus) sampai berpijar merah. Biasanya digunakan untuk mensterilkan alat yang sederhana seperti jarum ose.
  • Flaming : Pembakaran langsung alat-alat laboratorium diatas pembakar bunsen dengan alkohol atau spiritus tanpa terjadinya pemijaran.

f) Pengendalian Mikroba dengan Radiasi
Bakteri terutama bentuk sel vegetatifnya dapat terbunuh dengan penyinaran sinar ultraviolet (UV) dan sinar-sinar ionisasi.

  • Sinar UV : Bakteri yang berada di udara atau yang berada di lapisan permukaan suatu benda yang terpapar sinar UV akan mati.

  • Sinar Ionisasi : yang termasuk sinar ionisasi adalah sinar X, sinar alfa, sinar beta dan sinar gamma. Sterilisasi dengan sinar ionisasi memerlukan biaya yang besar dan biasanya hanya digunakan pada industri farmasi maupun industri kedokteran.

– Sinar X : Daya penetrasi baik namun perlu energi besar.
– Sinar alfa : Memiliki sifat bakterisidal tetapi tidak memiliki daya penetrasi.
– Sinar beta : Daya penetrasinya sedikit lebih besar daripada sinar X.
– Sinar gamma : Kekuatan radiasinya besar dan efektif untuk sterilisasi bahan makanan.

g) Pengendalian Mikroba dengan Filtrasi
Ada dua filter, yaitu filter bakteriologis dan filter udara.
 

  • Filter bakteriologis biasanya digunakan untuk mensterilkan bahan-bahan yang tidak tahan terhadap pemanasan, misalnya larutan gula, serum, antibiotika, antitoksin, dll. Teknik filtrasi prinsipnya menggunakan penyaringan, dimana yang tersaring hanyalah bakteri saja. Diantara jenis filter bakteri yang umum digunakan adalah : Berkefeld (dari fosil diatomae), Chamberland (dari porselen), Seitz (dari asbes) dan seluosa.
  • Filter udara berefisiensi tinggi untuk menyaring udara berisikan partikel (High Efficiency Particulate Air Filter atau HEPA) memungkinkan dialirkannya udara bersih ke dalam ruang tertutup dengan sistem aliran udara laminar (Laminar Air Flow)
h) Pengendalian Mikroba dengan Bahan Kimia
Saat ini, telah banyak agen kimia yang berpotensi untuk membunuh atau menghambat mikroba. Penelitian dan penemuan senyawa kimia baru terus berkembang. Agen kimia yang baik adalah yang memiliki kemampuan membunuh mikroba secara cepat dengan dosis yang rendah tanpa merusak bahan atau alat yang didisinfeksi.

Pada prinsipnya, cara kerja agen kimia ini digolongkan menjadi : 

  • Agen kimia yang merusak membran sel mikroba.
  • Agen kimia yang merusak enzim mikroba.
  • Agen kimia yang mendenaturasi protein.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas agen kimia di dalam mengendalikan mikroba, yaitu :

  1. Konsentrasi agen kimia yang digunakan. Semakin tinggi konsentrasinya maka efektivitasnya semakin meningkat.
  2. Waktu kontak. Semakin lama bahan tersebut kontak dengan bahan yang disterilkan maka hasilnya akan semakin baik.
  3. Sifat dan jenis mikroba. Mikroba yang berkapsul dan berspora lebih resisten dibandingkan yang berkapsul dan berspora.
  4. Adanya bahan organik dan ekstra. Adanya bahan-bahan organik dapat menurunkan efektivitas agen kimia.
  5. pH atau derajat keasaman. Efektivitas bahan kimia dapat berubah seiring dengan perubahan pH.
  • Agen Kimia yang merusak membran sel

1. Golongan Surfaktans (Surface Active Agents), yaitu golongan anionik, kationik dan nonionik.
2. Golongan fenol.

  • Agen Kimia merusak enzim

1. Golongan logam berat seperti arsen, perak, merkuri, dll.
2. Golongan oksidator seperti golongan halogen, peroksida hidrogen dan formaldehid.

  • Agen Kimia yang menyebabkan denaturasi protein

Agen kimiawi yang menyebabkan terjadinya koagulasi dan presipitasi protoplasma, seperti alkohol, gliserol dan bahan-bahan asam dan alkalis.

PENANGANAN QC PERUSAHAAN

PENANGANAN QUALITY CONTROL

Mutu suatu bahan hasil pertanian adalah gabungan sifat-sifat khas yang terdapat di dalam bahan dan dapat membedakan setiap satuan bahan, serta mempunyai pengaruh nyata dalam penentuan derajat penerimaan konsumen terhadap bahan tersebut.

Dalam arti luas mutu adalah kesesuaian dengan persyaratan konsumen

Mutu dapat berubah sewaktu-waktu sehingga suatu produk harus benar-benar ditangani dengan serius.

Apa kalian tahu apa itu perubahan mutu???

Perubahan mutu adalah perubahan mutu hasil pertanian yang disebabkan oleh suatu hal.

Adapun jenis-jenis perubahan antara lain :

  1. Perubahan patologis

Yaitu perubahan mutu hasil pertanian yang disebabkan karena penyakit (virus, kapang, bakteri).

  1. Perubahan entomologis

Yaitu perubahan mutu hasil pertanian yang disebabkan karena serangan serangga.

  1. Perubahan mikrobiologi

Adalah perubahan mutu karena adanya aktivitas mikroba.

  1. Perubahan mekanis

Yaitu perubahan mutu karena pengaruh gaya mekanis

  1. Perubahan fisis

Yaitu perubahan mutu karena perlakuan-perlakuan fisis yang terkena atau dikenakan

  1. Perubahan kimia

Yaitu perubahan mutu karena terjadinya reaksi kimia

Penanganan serius di sini dimaksudkan untuk dilakukan pengawasan mutu. Apa itu pengawasan mutu? Pengawasan mutu adalah usaha pemeliharaan atau pencapaian mutu hasil pertanian termasuk hasil olahannya pada taraf tertentu dan berada  dalam batas toleransi yang masih dapat diterima konsumen. Pada pengawasan mutu perlu dilakukan pembakuan mutu, apa pembakuan mutu itu? Pembakuan mutu adalah sederetan persyaratan yang dituntut dari bahan tersebut oleh konsumen yang dijadikan patokan oleh produsen dalam pembuatan bahan tersebut.

Setelah pembakuan mutu maka diperlukan pula pengendalian mutu.

Pengedalian mutu adalah kegiatan untuk menguji atau menganalisa suatu produk berdasarkan kandungan/sifat kharakteristik produk itu sendiri agar diperoleh hasil produk yang sesuai dengan standar dan mencapai nilai mutu yang sesuai dengan permintaan konsumen.

Suatu produk yang baik harus dapat memenuhi standar / kualitas yang ada, dimana standar/kualitas produk harus sesuai dengan persyaratan pelanggan.

Beberapa contoh persyaratan pelanggan pada produk makanan :

  • Kenampakan dari produk

Yang meliputi bentuk, warna, ukuran dan kemasan.

  • TAO produk

Yang meliputi Rasa produk, Tekstur produk, Aroma produk.

  • Nilai gizinya
  • Keamanannya

Yang termasuk didalamnya adalah BTM, bahan pengawet, tanggal kadaluarsa dll.

Syarat-syarat di atas merupakan sedikit contoh dari sekian banyak persyaratan pelanggan. Karena pada dasarnya persyaratan pelanggan / standar produk disesuaikan dengan jenis produk yang akan diproduksi.

Namun yang jelas konsumen menginginkan produk makanan/minuman yang aman dan atau yang halal. SEAFAST Center biasanya menguji produk makanan/minuman meliputi bidang mikrobiologi, kimia dan organoleptik.

Penanganan QC pada bidang mikribiologi

Banyak pertanyaan apakah produk yang dijual dipasaran  terdapat bakteri yang berbahaya atau tidak? (bakteri patogen), apakah produk itu tercemar/terkontaminasi?, apakah produk tanpa pengawet tahan pada kurun waktu yang lama berdasarkan kandungan yang ada.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah sedikit pertanyaan dari banyak pertanyaan yang ada.

Adapun untuk mengetahui kualitas produk baik atau tidak dilakukan uji–uji mikrobiologi dimana macam pengujiannya tergantung dari produk/bahan yang di uji.

Macam pengujian yang dilakukan SEAFAST Center adalah :

  1. Pengujian Koliform
  2. Pengujian E.coli
  3. Pengujian TPC (total plate count)
  4. Pengujian Staphylococcus Aureus
  5. Pengujian Salmonella
  6. Pengujian Kapang Khamir
  7. Pengujian pewarnaan gram dll.

Pengananan QC dibidang kimia

Biasanya timbul pertanyaaan seperti berikut, apakah produk tersebut memenuhi persyaratan gizi ?, apakah produk tersebut terdapat BTM (Bahan Tambahan Makanan)/pengawet?, apakah produk tersebut aman untuk digunakan/dikonsumsi?, bagaimana kondisi penyimpanan yang sesuai agar produk tetap aman digunakan?

Nah adapun pengujiannya adalah sebagai berikut :

  1. Pengujian kadar gula
  2. Pengujian kadar abu
  3. Pegujian kadar pati
  4. Pengujian kadar lemak
  5. Pengujian kadar serat
  6. Pengujian kadar protein
  7. Pengujian kadar air
  8. Pengujian kadar vitamin
  9. Pengujian logam berat
  10. Pengujian korosif
  11. Pengujian Kadar keasaman
  12. Pengujian kadar NaCl
  13. Pengujian zat warna
  14. Pengujian bahan pengawet
  15. Pengujian Bilangan asam
  16. Pengujian bilangan iod
  17. Pengujian bilangan peroksida
  18. Pengujian bilangan penyabunan
  19. Pengujian viscositas
  20. Pengujian derajat putih

Dan masih banyak lagi pengujian lainnya, pengujian dilakukan tergantung pada sampel yang dianalisis.

Penanganan QC Organoleptik

Pada pengujian ini produk diuji secara sensoris untuk menentukan apakah produk tersebut dapat diterima konsumen atau tidak dan juga bisa digunakan untuk pengembangan formulasi. Bentuk pengujiannya bermacam-macam seperti :

  1. Pengujian duo trio

    lab sensory

  2. Pengujian triangle
  3. Pengujian diskripsi
  4. Pengujian pasangan
  5. Treshold test
  6. Pengujian pasangan jamak
  7. Pengujian pembanding ganda
  8. Pengujian pembanding jamak
  9. Pengujian tunggal
  10. Pengujian urutan
  11. Pengujian kesukaan / hedonik test
  12. Pengujian skalar

SISTEM PEMASARAN PRODUK/JASA

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

SEAFAST Center merupakan lembaga penelitian sehingga termasuk dalam bidang jasa. Jasa yang ada berupa:

1. Pengadaaan pelatihan

Karena SEAFAST  merupakan pusat penelitian maka fasilitas yang dimiliki cukup banyak dan lengkap. Banyak perusahaan baik tergolong industri besar maupun kecil serta instansi seperti lembaga pengujian atau sekolah dan universitas lain dll, bekerjasama dengan SEAFAST. Pelatihan dapat diadakan di SEAFAST sendiri atau di perusahaan tersebut, namun lebih sering diadakan di SEAFAST. Baru-baru ini SEAFAST mengadakan pelatihan kepada GARUDA FOOD dalam bidang mikrobiologi pangan, peserta nya ada 12 orang yang diambil dari semua perusahaan GARUDA FOOD yang terletak dari sabang sampai merauke.(lebay)

Berhubung saya dibagian lab mirko, maka saya bisa ikut sekalian pelatihan, hehehe

2. Sebagai tempat penelitian/magang mahasiswa

Mahasisiwa S1 Sampai S3 banyak yang mengadakan penelitian di SEAFAST

3. Pengadaan Seminar

Sering SEAFAST mengikuti seminar atau pameran diberbagai kota, baru-baru ini SEAFAST mengadakan seminar “International Seminar and Workshop” . seminar tersebut diadakan di Jakarta,selang 2 hari SEAFAST mengadakan seminar di Bali.

4. Jasa Pengujian/ Penelitian

Jasa pengujian yang ada pada bidang Mikrobiologi, R&D, Pilot plant, Kimia, Biotek.

cara-cara diatas adlah sistem yang digunakan untuk mempromosikan/ memasarkan SEAFAST Center sebagai pusat penelitian di bidang pangan.

HRD dan standard Pegawai Perusahaan Tempat PI

Persyaratan jabatan secara garis besar untuk bagian

management dan operasional

di SEAFAST Center

1. Pendidikan S1 – umumD3 (jalur PNS)
2. Pengalaman kerja 2 tahun bekerja (bisa dalam bidang yang di jabatan yang dimaksud atau dalam bidang yang lain)
3. Pelatihan Manajerial tingkat dasar, Humas/ komunikasi
4. Kompetensi spesifik Pengetahuan dalam bidangnya(sesuai jabatan yang dimaksud)
5. Kompetensi generik Berpikir analitis, perencanaan dan pengorganisasian, pengendalian dan pengembangan orang lain serta pengambilan keputusan
6. Kompetensi inti Integritas, inisiatif, keinginan untuk maju, kerjasam tim, berorientasi pelayanan

Untuk keterangan tambahan :

Di dapat dari hasil interview dengan Bapak Sumarto selaku pembimbing lapangan

Rekrutment (sebagai bahan pertimbangan) adalah sbb :

  • Memiliki resume/cv/biodata yang baik, dalam penampilan maupun isinya
  • Memiliki ketrampilan/skill yang baik, dibuktikan dari catatan pendidikan, pelatihan, training
  • Tepat waktu saat dipanggil interview
  • Menyiapkan diri dengan baik saat interview
  • Komunikatif
  • Antusias
  • Melakukan follow up kembali
  • Mempunyai perhatian dan tahu detil tentang perusahaan yang dilamar
  • Memperhatikan interviewer dengan sungguh-sungguh
  • Agresif dalam mencari pekerjaan
  • Tampil mengesankan baik dalam penampilan maupun interview

Pada dasarnya Seafast Center menggunakan 2 model persyaratan, yaitu persyaratan mutlak dan persyaratan tambahan

  • Persyaratan Mutlak. Yakni persyaratan yang mau tidak mau harus ada dan dimiliki oleh si pemangku jabatan.
  • Persyaratan Tambahan. Yakni persyaratan yang semestinya dan sebaiknya ada diimiliki oleh pemangku jabatan agar dapat bekerja efektif.

Persyaratan kebutuhan ini tergantung dari apa kebutuhan utama dan mutlak dari jabatan tersebut serta apa kebutuhan yang spesifik maupun umum bagi jabatan tersebut.  Dengan kata lain yaitu persyaratan soft kompetensi dan hard kompetensi namun identiknya Persyaratan jabatan untuk bagian operasional biasanya menggunakan persyaratan hard kompetensi yaitu,  persyaratan kompetensi yang terkait dengan pengetahuan, ketrampilan, dan keilmuan yang diperlukan dalam pekerjaan. Sebagai contoh :

  • Achievement Orientation / Orientasi Berprestasi
  • Inititative / Inisiatif
  • Relationship Building / MembinaHubungan
  • Developing Others / Mengembangkan Orang lain
  • Self Development / Pengembangan Diri Sendiri

sedangkan jabatan untuk bagian management menggunakan sistem soft kompetensi yaitu, persyaratan kompetensi yang terkait dengan perilaku, budaya, attitude maupun sikap. Contoh :

  • Presentation Skill / Ketrampilan presentasi
  • Training Management / Pengelolaan Pelatihan

persyaratan jabatan yang mutlak disesuaikan dengan :

  • Kondisi perusahaan/strategi organisasi
  • Peraturan perundangan (internasional, regional, nasional, lokal) untuk jabatan tersebut
  • Kriteria spesifik bagi jabatan tersebut

Sebagai pelengkap namun juga cukup penting adalah ukuran kualifikasi jabatan. Ukuran kualifikasi jabatan ini merupakan hal-hal yang dapat dijadikan ukuran bahwa seseorang memiliki kompetensi yang disyaratkan.  ukuran kualifikasi jabatan bukanlah merupakan persyaratan mutlak, tapi hanya menunjukkan indikator-indikator sebagai bukti bahwa untuk jabatan tersebut akan lebih efektif bila pemangku jabatan memiliki indikator tersebut.

Beberapa contoh yang bisa dijadikan ukuran kualifikasi jabatan adalah :

  • Tingkat pendidikan
  • Sertifikasi yang diperoleh
  • Pengalaman dalam pekerjaan
  • Training dan pelatihan yang pernah diikuti

Contoh Ukuran kualifikasi jabatan untuk bagian operasional yaitu instruktur / trainer alat pengolahan

Pendidikan  :

  • Lulusan SMU/SMK
  • D3 dari segala jurusan

Pengalaman Kerja:

  • Lulusan SMU : Minimal 2 tahun sebagai instruktur untuk pengoperasian Alat-alat pengolahan
  • Lulusan D3 : Minimal 1 tahun sebagai instruktur untuk pengoperasian Alat-alat pengolahan

Pelatihan :

  • Processing  Equipment Training
  • Training Management
  • Presentation Skill
  • Processing  Equipment Certification

Bapak Sumarto menjelaskan gunanya kualifikasi jabatan beliau berkata ”Dengan adanya ukuran kualifikasi jabatan, sangat memudahkan dalam seleksi awal kandidat pada proses rekrutmen. Bila menggunakan aplikasi sistem informasi SDM, dimana database kandidat sudah diletakkan ke dalam database server, bisa dengan mudah melakukan pengurutan seleksi atau query awal dengan kriteria yang ditentukan sehingga bisa memperoleh daftar kandidat untuk posisi / jabatan tertentu secara cepat.”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.